Ini jawaban apakah busi mobil terendam air aman digunakan

LidahTekno
Busi memiliki peran penting dalam proses pembakaran mesin kendaraan. Fungsinya adalah menghasilkan percikan api yang memicu ledakan di ruang bakar, sehingga mesin dapat beroperasi dengan baik. Kondisi busi harus diperiksa secara berkala untuk mengetahui apakah masih layak digunakan atau perlu diganti.

Membersihkan busi sebaiknya dilakukan dengan menggunakan pembersih khusus yang tidak merusak bagian elektroda. Namun, terkadang pengguna mungkin bertanya, apa yang terjadi jika busi terkena air atau terendam? Apakah busi masih bisa digunakan?
Diko Oktaviano, Technical Support OEM and aftermarket PT Nittera Mobility Indonesia, produsen busi NGK, menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini.

“Busi yang terendam air dan sudah dikeringkan masih bisa digunakan, tidak akan langsung rusak,” ujar Diko.
“Bagian elektroda busi tidak akan terpengaruh oleh air, sehingga busi tetap bisa berfungsi,” tambahnya.
Namun, Diko juga menyampaikan bahwa membersihkan busi dengan air bukanlah cara yang benar. Air tidak mampu menghilangkan kerak karbon yang menempel pada elektroda. Bahkan setelah dibersihkan dengan air, kerak karbon tersebut tetap akan melekat.
“Pastikan busi sudah benar-benar kering sebelum dipasang kembali. Jangan sampai ada air di ruang bakar,” pesan Diko.
Secara umum, busi mobil tipe iridium yang banyak digunakan oleh pabrikan memiliki umur sekitar 100.000 kilometer. Hal ini menunjukkan bahwa busi memiliki daya tahan yang cukup lama, asalkan dirawat dengan benar.
Tips Perawatan Busi yang Benar
- Gunakan pembersih khusus untuk membersihkan busi agar tidak merusak komponen sensitif seperti elektroda.
- Hindari membersihkan busi dengan air karena tidak efektif dalam menghilangkan kerak karbon.
- Pastikan busi kering sepenuhnya sebelum dipasang kembali ke mesin.
- Lakukan pemeriksaan berkala untuk memastikan kondisi busi tetap optimal.
Pentingnya Pemeliharaan Busi
Pemeliharaan busi yang tepat sangat penting untuk menjaga performa mesin kendaraan. Jika busi dalam kondisi buruk, mesin mungkin mengalami penurunan tenaga, konsumsi bahan bakar meningkat, atau bahkan gagal menyala. Oleh karena itu, jangan mengabaikan perawatan busi, terutama jika kendaraan sering digunakan dalam kondisi ekstrem.
Kesimpulan
Meskipun busi yang terendam air masih bisa digunakan setelah dikeringkan, penggunaan air sebagai alat pembersih tidak disarankan. Kerak karbon yang menempel pada elektroda tidak akan hilang hanya dengan pembersihan menggunakan air. Oleh karena itu, gunakan metode pembersihan yang tepat dan pastikan busi selalu dalam kondisi kering sebelum dipasang kembali. Dengan perawatan yang baik, busi akan tetap berfungsi optimal dan membantu menjaga kinerja mesin kendaraan.









