Momen ketika Anda merakit PC baru atau ingin melakukan upgrade penyimpanan di laptop adalah saat yang menyenangkan. Namun, antusiasme itu bisa berubah menjadi kepanikan ketika Anda masuk ke menu instalasi Windows, dan ternyata drive SSD baru Anda tidak muncul sama sekali. Masalah SSD tidak terbaca di BIOS ini adalah kendala klasik yang sering dialami banyak pengguna, baik pemula maupun teknisi berpengalaman.
Jangan terburu-buru memvonis bahwa SSD yang Anda beli rusak. Berdasarkan laporan dari berbagai komunitas teknologi, sebagian besar kasus ini disebabkan oleh konfigurasi pengaturan (settings) yang belum tepat atau masalah koneksi fisik sederhana.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk mengatasi masalah tersebut agar proses instalasi sistem operasi Anda berjalan lancar.
1. Periksa Kembali Koneksi Fisik (Kabel SATA dan Slot M.2)
Langkah pertama selalu dimulai dari hal yang paling mendasar: fisik. Seringkali kita terlalu fokus pada software, padahal masalahnya ada pada kabel yang kurang menancap.
-
Untuk SSD SATA 2.5 inchi: Pastikan kabel data SATA dan kabel power dari Power Supply Unit (PSU) terpasang dengan kencang. Cobalah untuk mengganti port SATA di motherboard (misalnya pindah dari SATA_1 ke SATA_2), karena terkadang port tertentu dinonaktifkan jika slot lain digunakan.
-
Untuk SSD M.2 NVMe/SATA: Pastikan kepingan SSD sudah masuk sempurna ke dalam slot dan terkunci dengan baut atau latch penahan.
Menurut panduan perakitan dari situs teknologi seperti Jagat Review, pemasangan M.2 yang miring atau tidak presisi sering menjadi penyebab utama drive tidak terdeteksi oleh sistem, meskipun lampu indikator menyala.
2. Konfigurasi Mode SATA (AHCI vs RAID)
Salah satu penyebab paling umum kenapa SSD tidak muncul adalah pengaturan SATA Operation Mode di dalam BIOS. Secara default, beberapa motherboard lama atau laptop gaming tertentu mungkin menyetel mode ini ke IDE atau RAID, padahal SSD modern bekerja optimal di mode AHCI.
Cara mengubahnya:
-
Masuk ke BIOS (tekan F2, Del, atau F10 saat booting).
-
Cari menu Advanced atau SATA Configuration.
-
Ubah opsi SATA Mode atau SATA Operation menjadi AHCI.
-
Simpan pengaturan (Save & Exit) dan restart.
Mode AHCI memungkinkan fitur-fitur canggih pada SSD, seperti NCQ (Native Command Queuing), bekerja maksimal sehingga BIOS bisa mengenali perangkat dengan benar.
3. Matikan Intel VMD atau Instal Driver Intel RST (Khusus Prosesor Gen 11+)
Jika Anda menggunakan laptop atau PC dengan prosesor Intel Generasi ke-11 (Tiger Lake) atau yang lebih baru, Anda mungkin menghadapi fitur yang disebut Intel VMD (Volume Management Device).
Dilansir dari halaman dukungan resmi HP dan Asus, fitur VMD ini seringkali “menyembunyikan” SSD dari installer Windows standar karena memerlukan driver khusus. Ada dua solusi untuk ini:
-
Solusi Mudah: Masuk ke BIOS, cari menu VMD Controller atau VMD Setup Menu, lalu ubah statusnya menjadi Disabled. Setelah dimatikan, SSD biasanya akan langsung muncul.
-
Solusi Teknis: Jika Anda ingin tetap menyalakan VMD, Anda perlu mengunduh driver Intel Rapid Storage Technology (IRST), menyimpannya di flashdisk instalasi Windows, dan memuatnya (Load Driver) saat proses pemilihan partisi.
4. Aktifkan CSM atau Ubah ke UEFI
Kompatibilitas booting juga memegang peranan penting. SSD modern, terutama jenis NVMe, dirancang untuk bekerja pada mode UEFI, bukan mode Legacy (BIOS lama).
Jika BIOS Anda diatur ke mode Legacy murni, SSD NVMe mungkin tidak akan terbaca sebagai bootable device.
-
Cari menu Boot di BIOS.
-
Pastikan CSM (Compatibility Support Module) dalam posisi Disabled untuk sistem modern, atau Enabled jika Anda menggunakan SSD tipe lama dan sistem operasi lawas.
-
Pastikan Secure Boot diatur sesuai kebutuhan (biasanya Disabled sementara waktu saat troubleshooting membantu deteksi perangkat).
Berikut adalah tabel perbandingan pengaturan BIOS yang direkomendasikan:
| Fitur BIOS | Rekomendasi untuk SSD Modern (NVMe) | Rekomendasi untuk SSD Lawas (SATA) |
| Boot Mode | UEFI | Legacy / CSM Enabled |
| SATA Mode | AHCI | AHCI |
| Secure Boot | Enabled (Windows 11) | Disabled |
| VMD Controller | Disabled (Kecuali punya driver RST) | Disabled |
5. Cek Kesehatan SSD atau Inisialisasi Ulang
Jika semua cara di atas sudah dicoba namun SSD masih tidak terbaca, ada kemungkinan SSD tersebut belum diinisialisasi (khususnya jika Anda membelinya dalam kondisi bekas) atau memang mengalami kerusakan unit.
Anda bisa mengeceknya dengan menghubungkan SSD tersebut ke komputer lain menggunakan enclosure eksternal. Menurut artikel teknis dari Kompas Tekno, SSD baru yang belum diformat kadang tidak muncul di File Explorer, namun harus terlihat di Disk Management. Jika di komputer lain pun tidak terdeteksi sama sekali (mati total), besar kemungkinan unit tersebut cacat produksi dan Anda perlu mengajukan klaim garansi.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar SSD Tidak Terbaca
Q: Apakah update BIOS bisa memperbaiki masalah ini?
A: Ya, sangat bisa. Terkadang firmware BIOS versi lama belum memiliki daftar kompatibilitas untuk SSD keluaran terbaru. Kunjungi situs resmi produsen motherboard atau laptop Anda untuk mengunduh versi BIOS terkini.
Q: Mengapa SSD terbaca di BIOS tapi tidak muncul saat instal Windows?
A: Ini biasanya masalah format partisi (GPT vs MBR) atau masalah driver VMD seperti yang dijelaskan pada poin nomor 3. Coba gunakan perintah diskpart > clean melalui Command Prompt saat instalasi untuk membersihkan partisi.
Q: Apakah kabel SATA murah berpengaruh?
A: Sangat berpengaruh. Kabel SATA kualitas rendah seringkali longgar dan tidak mampu menghantarkan data dengan stabil, menyebabkan SSD kadang muncul kadang hilang.
Mengatasi SSD tidak terbaca di BIOS memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian dalam mengecek satu per satu kemungkinan penyebabnya. Mulailah dari yang termudah seperti mengecek kabel, baru beranjak ke pengaturan BIOS yang lebih kompleks. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, besar kemungkinan PC Anda akan segera siap digunakan dengan performa SSD yang ngebut.

Penjelasan Lengkap Kode Huruf Processor Intel Seri Terbaru
Sandisk Rilis USB-C 1TB Mini yang Tak Pernah Lepas dari Laptop!
Apa Itu Mode Router, Repeater, AP, dan WISP
Laptop Harga Rp 6-7 Jutaan, Pilih yang Mana?
Rekomendasi Laptop Terbaik 2025 dengan Baterai Tahan Lama dan Performa Tinggi
MSAA vs FXAA vs TAA: Mana yang Bikin Grafik Game Jadi Nyata Tanpa Bikin PC Meledak?
Anisotropic Filtering: Trik Rahasia Bikin Game Terlihat Jauh Lebih Tajam!
Apa itu DLSS 3.5? Cara Kerjanya dan Bedanya dengan DLSS 3