Gunakan Charger Cepat Setiap Hari, Apakah Rusak Baterai Motor Listrik?

Penggunaan Fast Charger pada Motor Listrik: Aman atau Tidak?

Penggunaan fast charger pada motor listrik kini menjadi topik yang sering dibicarakan oleh para pengguna. Di satu sisi, pengisian daya cepat sangat membantu dalam mobilitas, terutama untuk perjalanan jarak jauh dan aktivitas touring. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran mengenai apakah penggunaan fast charging setiap hari dapat merusak atau memperpendek usia baterai motor listrik.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Polytron meluncurkan Polytron Adjustable Portable Fast Charging 25A, sebuah solusi pengisian daya resmi yang dirancang aman dan teruji untuk pengguna motor listrik Polytron. Produk ini menunjukkan bahwa motor listrik kini tidak lagi terbatas untuk penggunaan dalam kota, tetapi juga siap digunakan untuk perjalanan lintas daerah.

Fast Charging Aman, Tapi Ada Konsekuensinya

Ilman Fachrian Fadly, Head of Group Product Electric Vehicle 2W Polytron, menjelaskan bahwa penggunaan fast charger pada dasarnya aman untuk baterai motor listrik, selama dilakukan sesuai sistem dan spesifikasi yang disediakan pabrikan. “Gak apa-apa. Cuman kan yang namanya baterai, semakin banyak yang disodorkan, semakin banyak arus yang dimasukkan ke baterai, itu pasti umurnya akan semakin pendek,” ujar Ilman saat ditemui di Jakarta, Selasa (20/1).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fast charging tidak langsung merusak baterai, namun frekuensi dan besarnya arus listrik yang masuk berpengaruh terhadap usia pakai baterai dalam jangka panjang. Prinsip ini serupa dengan baterai pada smartphone atau perangkat elektronik lainnya.

Sistem Pengisian Bertingkat untuk Menjaga Umur Baterai

Keunggulan Polytron Adjustable Portable Fast Charging 25A terletak pada sistem pengisian daya yang fleksibel dan bertingkat. Polytron menyediakan beberapa pilihan arus listrik agar pengguna dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi penggunaan harian. “Sistemnya gimana? tingall Colok listrik aja, biasa kayak baterai HP aja. Cuman itu nanti ada 3 ukuran,” jelas Ilman.

Salah satu mode pengisian yang direkomendasikan untuk penggunaan harian adalah arus 7 ampere, yang merupakan pilihan paling kecil dan paling ramah untuk baterai. “Jadi ada 7 ampere, ini yang paling kecil. Itu kalau misalnya dari 10 persen ya sekitar 1 jam. Jadi kalau gak buru-buru, ya semaleman ya 7 ampere. Itu aja,” lanjutnya.

Dengan kata lain, slow charging atau low ampere charging sangat dianjurkan jika pengguna tidak memiliki kebutuhan mendesak. Metode ini membantu menjaga kesehatan sel baterai dan memperpanjang usia pakainya.

Kesimpulan: Aman, Asal Digunakan dengan Bijak

Berdasarkan penjelasan Polytron, penggunaan fast charger setiap hari tidak dilarang, namun memiliki konsekuensi terhadap umur baterai jika dilakukan terus-menerus dengan arus besar. Untuk penggunaan harian, pengisian daya dengan arus kecil seperti 7 ampere lebih disarankan, sementara fast charging sebaiknya digunakan saat benar-benar dibutuhkan. Dengan demikian, pengguna motor listrik dapat memaksimalkan manfaat fast charging tanpa mengorbankan kesehatan baterai.

Exit mobile version