Nubia Neo 3GT Master: Ponsel Gaming yang Menarik Tapi Perlu Diperhatikan Kekurangannya
Nubia Neo 3GT Master, yang dirilis pada pertengahan 2025, menawarkan desain futuristik dengan lampu RGB di bagian belakang dan fitur Gaming Triggers (tombol L/R) yang memperkuat kesan perangkat premium. Harganya yang kompetitif, sekitar €227 atau setara Rp3,8 jutaan, membuatnya menjadi pilihan menarik bagi para penggemar game Free Fire. Namun, sebagai gamer yang cerdas, penting untuk tidak hanya terpukau oleh penampilan luar dan label “gaming”. Di balik desainnya yang mengesankan, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.
Spesifikasi yang Perlu Diperhatikan
-
Chipset Unisoc T9100
Salah satu kelemahan utama dari Nubia Neo 3GT Master adalah penggunaan chipset Unisoc T9100 (6 nm). Meskipun mendukung jaringan 5G, performa Unisoc sering kali dianggap kalah dibandingkan MediaTek Dimensity atau Snapdragon dalam optimasi game berat. Bagi pengguna yang terbiasa bermain game kompetitif selain Free Fire, chipset ini mungkin terasa kurang optimal. -
Tidak Ada Jack Audio 3.5mm
Penghapusan jack audio 3.5mm merupakan kelemahan besar bagi sebuah ponsel gaming. Bagi gamer kompetitif, penggunaan earphone kabel sangat penting untuk menghindari latensi suara yang sering terjadi pada TWS Bluetooth. Akibatnya, pengguna harus menggunakan dongle tambahan yang bisa mengganggu kenyamanan saat memegang ponsel secara horizontal. -
Kerapatan Piksel Layar yang Kurang Padat
Meskipun layar menggunakan panel AMOLED 120Hz yang cerah, resolusi 1080 x 2392 piksel pada layar 6,8 inci hanya memberikan kerapatan ~386 ppi. Hal ini membuat ketajaman layar kurang optimal dibandingkan pesaing di rentang harga yang sama, yang biasanya mencapai di atas 400 ppi. Detail visual saat menonton film atau melihat foto terasa sedikit kurang tajam. -
Tidak Ada Slot Kartu Memori (MicroSD)
Nubia Neo 3GT Master hadir dengan memori internal 256GB. Meski terdengar besar, bagi pengguna yang hobi mengunduh banyak game berat atau merekam konten gameplay, kapasitas ini akan cepat penuh. Sayangnya, ponsel ini tidak dilengkapi slot microSD untuk ekspansi penyimpanan. Jika penuh, pengguna harus repot menghapus file atau memindahkannya ke cloud. -
Ketidakpastian Kapasitas Baterai
Data teknis menunjukkan adanya dua versi baterai, yakni 6000 mAh atau 5000 mAh. Ketidakpastian ini sering tergantung pada wilayah pemasaran. Jika Anda mendapatkan versi 5000 mAh, maka keunggulan baterai badak yang dipromosikan akan sirna. Meskipun demikian, fitur Bypass Charging (mengalirkan daya langsung ke mesin saat bermain sambil ngecas) tetap menjadi penyelamat agar suhu tidak terlalu panas.

Oppo Pad 2: Tablet Murah dengan Layar 144Hz dan Rasio Unik 7:5, Saingi Tablet High-End
Orang yang Belajar Mengetik di Mesin Tik Memproses Kesalahan dengan Cara Berbeda, Ini 5 Ciri Kepribadian Mereka Menurut Psikologi
HP gaming paling tipis, RedMagic 11 Air dan Pro meluncur dengan Snapdragon 8 Elite
TECNO SPARK Go 3: Ponsel Rp1 Juta dengan Teknologi AI
Redmi Buds 8 Pro – TWS Terbaru Xiaomi dengan Audio Ruang dan Pengurangan Kebisingan Canggih
Samsung luncurkan HP Rp1 jutaan 2026, kamera 50MP dan RAM besar jadi andalan generasi muda
5 Kesalahan Umum Pengguna HP yang Harus Dihindari
Harga Realme 16 di Indonesia, Apakah Layak Dibeli?