Mobil Matic Boros Bahan Bakar? Ini Trik Hemat BBM saat Berkendara

Prinsip Kerja Mobil Matik dan Pengaruhnya pada Konsumsi BBM

Mobil matik dikenal dengan kenyamanan dan kemudahan dalam pengoperasiannya. Sistem transmisi otomatis akan melakukan penyesuaian rasio percepatan berdasarkan kebutuhan pengemudi secara otomatis. Meskipun ini menjadi kelebihan, namun juga bisa menjadi kekurangan karena pengemudi tidak dapat memilih percepatan secara manual.

Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten, menjelaskan bahwa secara umum konsumsi BBM pada mobil matik cenderung lebih boros dibandingkan model manual. Hal ini terjadi lantaran prinsip kerja kopling yang berbeda antara mobil matik dan manual.

Kopling kering pada mobil manual memungkinkan putaran mesin tersalurkan seluruhnya ke transmisi, sehingga menghasilkan jarak tempuh yang lebih efisien. Sementara itu, pada mobil matik, terdapat perbedaan selisih rasio putaran antara mesin dan transmisi. Hal ini disebabkan oleh prinsip kerja kopling fluida pada AT konvensional dan continuously variable transmission (CVT).

Pada prinsipnya, saat awal jalan mobil membutuhkan setengah kopling. Pada mobil manual, hal ini bisa dilakukan dengan mengangkat pedal setengah. Namun, pada mobil matik, proses ini terjadi di torque converter secara otomatis. Prinsip kopling fluida tersebut membuat putaran mesin mobil matik tidak sepenuhnya tersalurkan ke roda, melainkan ada gaya putar yang terbuang.

Sehingga, secara teori jarak yang ditempuh kurang optimal. Untuk mengoptimalkan penggunaan BBM, pengemudi bisa menerapkan eco driving dengan mengoptimalkan top gear atau gigi tinggi saat mobil melaju konstan. Namun, jika sering melakukan setop and go, maka sulit untuk mencapai efisiensi yang maksimal.

Sistem Otomatis pada Mobil Matik

Hasan Ariyanto, pemilik bengkel mobil Mandiri Auto Klaten, menjelaskan bahwa mobil matik memiliki sistem otomatis dalam menentukan percepatan, berdasarkan pembacaan dari beberapa sensor. Setiap pabrikan mobil berupaya membuat kendaraan yang efisien, sehingga sistem pada transmisi matik selalu berusaha mengoptimalkan energi (BBM) yang terbakar agar menjadi tenaga atau putaran roda.

Percepatan pada mobil matik akan diatur oleh transmission control module (TCM) dan engine control module (ECM) berdasarkan pembacaan sensor seperti pembukaan throttle, kecepatan laju kendaraan, putaran mesin, dan sebagainya. Untuk menghemat BBM, dibutuhkan jarak tempuh panjang dan konsumsi BBM seminim mungkin atau dengan putaran mesin rendah, sementara transmisi memainkan rasio antara putaran mesin dan output transmisi.

Tips Menghemat BBM pada Mobil Matik

Menurut Hasan, kondisi demikian bisa dicapai ketika mobil matik melaju konstan sekitar 60-80 km/jam dengan putaran mesin rendah. Pada saat itu, percepatan transmisi sudah pada posisi top gear. Berbeda kondisinya ketika pengemudi sering melakukan kickdown, maka rasio percepatan akan dibikin rendah atau downshift untuk mendapatkan akselerasi optimal, saat bersamaan BBM yang disemburkan juga lebih banyak.

Untuk menghemat BBM menggunakan mobil matik, pengemudi bisa menerapkan mode cruising atau melaju konstan dengan putaran mesin rendah. Kondisi tersebut membuat percepatan transmisi berada di posisi top gear lebih lama.

Dengan memahami prinsip kerja pengaturan rasio percepatan pada gearbox, mobil matik bisa menjadi lebih efisien. Dengan teknik berkendara yang tepat, pengemudi dapat memaksimalkan efisiensi penggunaan BBM pada mobil matik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Close

Adblock Terdeteksi

LidahTekno.com didukung oleh iklan Google Adsense untuk menyediakan konten bagi Anda.Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan AdBlocker atau menambahkan kami ke dalam whitelist Anda agar kami dapat terus memberikan informasi dan tips teknologi terbaik.Terima kasih atas dukungan Anda!