AI Tiongkok Deteksi Risiko Depresi 4 Tahun Sebelumnya dengan Aktivitas Otak

Penelitian AI untuk Memprediksi Risiko Depresi

Ilmuwan dari Universitas Shenzhen, Tiongkok, telah mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) yang mampu menganalisis aktivitas otak dan respons terhadap ekspresi wajah. Model ini dirancang untuk memprediksi risiko gangguan depresi mayor (MDD) hingga empat tahun sebelumnya, khususnya pada remaja. Namun, penting untuk dicatat bahwa model ini hanya berfungsi sebagai alat prediksi risiko, bukan sebagai alat diagnosis.

Cara Kerja AI dalam Menganalisis Emosi

Penelitian ini dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Profesor Lu Han di Sekolah Kecerdasan Buatan Universitas Shenzhen. Temuan penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Science Advances. Para peneliti menggunakan data dari dua studi klinis yang melibatkan remaja di beberapa negara Eropa. Salah satu studi tersebut adalah Imagen, yang mengikuti peserta ketika mereka berusia 16, 19, dan 23 tahun.

Dalam pengujian, peserta diperlihatkan wajah dengan ekspresi marah, bahagia, dan netral. Peneliti kemudian mengamati bagaimana otak mereka merespons berbagai ekspresi tersebut. Hasil menunjukkan adanya perbedaan dalam cara peserta memproses informasi emosional. Remaja yang kesulitan membedakan perubahan emosi pada wajah dan cenderung menafsirkan ekspresi orang lain sebagai kemarahan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala depresi dan kecemasan ketika dewasa.

AI dan Pola Aktivitas Otak

Para peneliti kemudian menggunakan teknologi pembelajaran mendalam untuk menganalisis pola-pola tersebut. Model AI dirancang untuk meniru cara otak memproses informasi visual dan mempelajari bagaimana konsep emosional seperti kemarahan dikodekan dalam aktivitas otak.

Salah satu temuan penting muncul pada peserta berusia 19 tahun. Mereka yang menunjukkan respons otak terhadap ekspresi wajah yang berkaitan dengan emosi atau pengalaman negatif memiliki kemungkinan lebih besar mengalami bentuk depresi di masa depan. Temuan ini kemudian diuji menggunakan data dari penelitian kedua bernama Stratify.

Perbedaan antara Berbagai Gangguan Kesehatan Mental

Studi Stratify tidak hanya melihat depresi, tetapi juga membandingkannya dengan sejumlah gangguan lain, termasuk gangguan terkait alkohol, perilaku makan berlebihan, serta penyalahgunaan narkoba. Dalam kelompok lebih dari 400 remaja dengan berbagai bentuk gangguan depresi, sebanyak 134 orang yang didiagnosis secara klinis mengalami gangguan depresi mayor menunjukkan hasil abnormal pada indikator yang diteliti.

Sebaliknya, hasil pada peserta dengan kondisi seperti kecanduan, anoreksia, dan bulimia tidak menunjukkan perbedaan besar dibandingkan peserta yang tidak memiliki tanda gangguan kesehatan mental. Hal ini menjadi salah satu temuan yang menarik karena menunjukkan bahwa pola aktivitas otak yang diteliti mungkin memiliki hubungan yang lebih spesifik dengan risiko depresi, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan seberapa akurat model tersebut.

Potensi untuk Deteksi Lebih Dini

Gangguan depresi mayor merupakan salah satu masalah kesehatan mental dengan dampak besar secara global. Karena gejala sering kali baru terlihat setelah kondisi berkembang, kemampuan mengenali faktor risiko lebih awal berpotensi membantu upaya pencegahan dan intervensi.

Para peneliti Universitas Shenzhen menilai model AI tersebut dapat membantu mengidentifikasi faktor risiko depresi sebelum gangguan berkembang lebih jauh. Meski demikian, teknologi ini masih berada pada tahap penelitian. Prediksi berbasis AI tidak sama dengan diagnosis klinis, dan hasil model juga tidak dapat digunakan untuk menyatakan secara pasti bahwa seseorang akan mengalami depresi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Baca Juga

Back to top button

Adblock Terdeteksi

LidahTekno.com didukung oleh iklan Google Adsense untuk menyediakan konten bagi Anda.Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan AdBlocker atau menambahkan kami ke dalam whitelist Anda agar kami dapat terus memberikan informasi dan tips teknologi terbaik.Terima kasih atas dukungan Anda!