Perpindahan Pengguna ke UpScrolled Akibat Kekhawatiran Sensor Konten di TikTok
Di tengah dinamika media sosial global yang semakin sarat dengan kepentingan politik dan ekonomi, munculnya platform baru sering kali menjadi angin segar bagi pengguna yang merasa suaranya mulai dibatasi. Salah satu aplikasi yang belakangan ini ramai dibicarakan adalah UpScrolled, sebuah platform media sosial alternatif yang popularitasnya melonjak di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
UpScrolled menarik perhatian publik karena muncul di saat banyak pengguna mencari alternatif TikTok, menyusul perubahan kepemilikan dan kekhawatiran soal sensor konten. Lantas, seperti apa platform tersebut? Simak artikel ini sampai akhir yuk, Bela!
Keberhasilan UpScrolled di Tengah Kekhawatiran Sensor Konten
Gelombang perpindahan pengguna ke UpScrolled tidak terjadi begitu saja. Dalam beberapa waktu terakhir, TikTok menuai sorotan setelah entitas TikTok yang berbasis di Amerika Serikat resmi diambil alih oleh investor dan perusahaan yang didukung Amerika Serikat. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Larry Ellison, pemilik Oracle, yang dikenal sebagai pendukung Israel dan memiliki hubungan dekat dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Situasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pengguna media sosial, khususnya terkait potensi sensor terhadap konten Pro-Palestine.
Meski operasi global TikTok masih dijalankan oleh ByteDance dari Tiongkok, kehadiran investor baru di wilayah AS dianggap memengaruhi kebijakan moderasi konten. Keputusan ini memicu kemarahan publik dan seruan boikot dari para pendukungnya. Selain itu, TikTok juga dituduh menyensor konten terkait kekerasan ICE (Immigration and Customs Enforcement) di Amerika Serikat—sesuatu yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya. Kondisi tersebut membuat sebagian pengguna merasa TikTok tidak lagi menjadi ruang yang aman untuk menyuarakan isu-isu kemanusiaan dan politik tertentu.
Pendiri UpScrolled dan Misinya

UpScrolled didirikan pada Juli 2025 oleh Issam Hijazi, seorang pengembang teknologi asal Palestina-Yordania-Australia. Sebelum membangun UpScrolled, Hijazi sempat berkarier di perusahaan teknologi raksasa seperti Oracle dan IBM, pengalaman yang memberinya pemahaman mendalam tentang sistem teknologi berskala besar. Platform ini juga mendapat dukungan dari Tech for Palestine, sebuah proyek advokasi yang berfokus pada pendanaan dan pengembangan inisiatif teknologi Pro-Palestine. Dukungan ini menjadi fondasi kuat bagi UpScrolled untuk memposisikan dirinya bukan sekadar sebagai aplikasi media sosial, tetapi juga sebagai ruang digital dengan nilai dan sikap yang jelas.

Seiring meningkatnya kekecewaan terhadap TikTok, ribuan pengguna baru berbondong-bondong mengunduh UpScrolled. Lonjakan ini bahkan sempat menyebabkan gangguan server sementara pada akhir pekan, seperti yang disampaikan langsung oleh pihak UpScrolled. Masih mengutip dari aljazeera.com, Hijazi mengungkapkan bahwa keputusannya meninggalkan karier mapan di perusahaan teknologi besar dipicu oleh situasi di Gaza. Ia terdorong membangun alternatif platform di tengah penghancuran Gaza oleh Israel, yang telah dinyatakan sebagai genosida oleh Komisi Penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dari sini, UpScrolled lahir dengan misi menghadirkan teknologi yang lebih transparan dan berpihak pada nilai kemanusiaan.
Fitur-fitur yang Tersedia di UpScrolled

Secara tampilan dan fungsi, UpScrolled menawarkan pengalaman yang terasa familiar namun tetap berbeda. Aplikasi ini menggabungkan unggahan foto, video pendek, dan teks, sehingga sekilas tampak seperti perpaduan antara X (sebelumnya Twitter) dan Instagram. Desain UI-nya cenderung menyerupai X, dengan sistem feeds yang memungkinkan pengguna untuk menyukai unggahan, memberi komentar, dan memposting ulang (repost) konten orang lain.

Menariknya, meskipun menyediakan fitur video pendek, mayoritas pengguna UpScrolled saat ini justru lebih aktif membagikan teks dan foto. Hal ini membuat suasana platform terasa lebih diskursif dan reflektif, bukan sekadar hiburan cepat seperti yang identik dengan TikTok. UpScrolled juga memiliki “Halaman Temukan”, fitur yang mirip dengan Snapchat Discover. Di halaman ini, topik yang paling banyak muncul sejauh ini adalah Palestina. Ratusan unggahan yang menampilkan penderitaan warga Gaza, dokumentasi situasi lapangan, hingga bentuk solidaritas dari berbagai belahan dunia membanjiri platform tersebut.
Fenomena ini mempertegas posisi UpScrolled sebagai ruang alternatif bagi pengguna yang ingin membagikan konten kemanusiaan tanpa rasa takut akan sensor berlebihan. Menurutmu, apakah UpScrolled bisa bertahan dan berkembang sebagai alternatif serius TikTok, Bela?

Cara memiliki dua akun WhatsApp di satu ponsel
WhatsApp tiba-tiba gagal kirim pesan? Ini penyebab dan solusinya
UpScrolled, aplikasi Palestina, lawan TikTok
WhatsApp memiliki fitur rahasia, lindungi pengguna dari ancaman asing
WhatsApp Tambahkan Perlindungan Tambahan dengan Pengaturan Akun Ketat
Cara Mengupdate iOS 26.2.1 dan iPadOS 26.2.1 dengan Aman dan Sederhana
Memori HP Penuh? Ini 5 Cara Matikan Unduhan Otomatis WhatsApp
Daftar iPhone yang Tidak Dapat Dapat iOS 27