Kebiasaan yang Merusak Transmisi Mobil Matik



JAKARTA,

Masih banyak orang yang beranggapan bahwa merawat mobil dengan transmisi otomatis atau matik lebih rumit dibandingkan mobil manual. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah karena jika satu komponen transmisi rusak, kerusakan bisa menyebar ke bagian lain dan mengakibatkan biaya perbaikan yang cukup besar.

Untuk menjaga agar mobil matik tetap awet dan nyaman digunakan, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari oleh pengemudi. Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi, menyampaikan beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pengemudi.

Kesalahan Pertama: Memindahkan Tuas Transmisi ke Posisi Netral Saat Melaju di Jalan Menurun

Beberapa pengemudi berpikir bahwa memindahkan tuas transmisi ke posisi netral saat melaju di jalan menurun bisa menghemat bahan bakar. Namun, hal ini justru bisa merusak transmisi karena sistem pelumasan tidak bekerja optimal ketika gigi tidak terhubung.

Mobil modern kini sudah memiliki sistem yang otomatis menyesuaikan pasokan bahan bakar saat melaju di turunan. Dengan gigi tetap terpasang, fuel injector akan menutup dan tenaga putaran roda akan menjaga mesin tetap berputar tanpa konsumsi bensin tambahan.

Kesalahan Kedua: Mengganti Posisi Gigi Saat Mobil Belum Berhenti

Kesalahan berikutnya adalah mengganti posisi gigi saat mobil belum benar-benar berhenti. Misalnya, dari ‘D’ ke ‘R’ atau sebaliknya saat kendaraan masih bergerak.

Kebiasaan ini bisa menyebabkan benturan pada komponen transmisi dan memperpendek usia pakainya. Pengemudi harus ingat bahwa tuas transmisi berfungsi untuk mengganti gigi, bukan untuk menghentikan kendaraan. Gunakan rem untuk berhenti sepenuhnya.

Kesalahan Ketiga: Menggeber Mesin dari Posisi Netral Sebelum Berpindah ke ‘Drive’

Ada juga pengemudi yang senang menggeber mesin dari posisi netral sebelum berpindah ke ‘Drive’. Cara ini sangat berisiko karena bisa merusak clutch dan komponen internal transmisi akibat lonjakan tekanan mendadak.

Kesalahan Keempat: Tetap Menekan Rem dengan Posisi Gigi di ‘D’ Saat Berhenti

Saat berhenti di lampu merah atau dalam kondisi macet, sebaiknya pindahkan tuas transmisi dari ‘D’ ke posisi netral. Banyak pengemudi yang memilih tetap menekan rem dengan posisi gigi di ‘D’, padahal kebiasaan ini membuat tekanan oli di dalam transmisi terus bekerja dan bisa memperpendek umurnya.

Kesalahan Kelima: Memindahkan Gigi ke Posisi ‘P’ Sebelum Mobil Berhenti

Terakhir, jangan pernah memindahkan gigi ke posisi ‘P’ sebelum mobil berhenti sepenuhnya. Posisi ‘P’ digunakan untuk parkir, bukan untuk menghentikan mobil. Jika tuas dipindahkan terlalu cepat, mekanisme pengunci di dalam transmisi bisa aus bahkan patah.

Dengan memahami dan menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut, pengemudi dapat menjaga kondisi transmisi mobil matik tetap optimal dan menghindari kerusakan yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Baca Juga

Back to top button

Adblock Terdeteksi

LidahTekno.com didukung oleh iklan Google Adsense untuk menyediakan konten bagi Anda.Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan AdBlocker atau menambahkan kami ke dalam whitelist Anda agar kami dapat terus memberikan informasi dan tips teknologi terbaik.Terima kasih atas dukungan Anda!