Raspberry Pi Naikkan Harga Akibat Krisis RAM



LidahTekno,

JAKARTA — Raspberry Pi kembali mengumumkan kenaikan harga untuk sebagian besar jajaran produk komputer papan tunggal (single-board computer) andalannya. Kebijakan ini diambil menyusul kenaikan biaya komponen memori di pasar global.

Kenaikan harga ini tercatat sebagai penyesuaian kedua yang dilakukan perusahaan dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Tekanan biaya produksi disinyalir menjadi faktor utama yang memaksa perusahaan mengambil langkah tersebut.

CEO Raspberry Pi Eben Upton mengatakan kebijakan ini merupakan respons langsung terhadap krisis kekurangan chip memori dan penyimpanan yang persisten. Biaya komponen LPDDR4, yang menjadi basis kinerja perangkat Raspberry Pi modern, mengalami peningkatan tajam.

“Kompetisi kapasitas produksi pabrik atau fab tersedot oleh pembangunan infrastruktur AI secara masif,” kata Upton dalam keterangan resmi dikutip, Rabu (4/2/2026).

Kebijakan harga baru ini berlaku efektif untuk semua papan Raspberry Pi 4 dan Raspberry Pi 5 dengan kapasitas RAM 2GB ke atas. Penyesuaian juga berdampak pada produk turunan seperti Compute Module 4, Compute Module 5, serta perangkat all-in-one Raspberry Pi 500 dan Raspberry Pi 500+.

Secara terperinci, model dengan RAM 2GB mengalami kenaikan harga sebesar Rp167.700, sedangkan varian 4GB naik sebesar Rp251.550. Kenaikan juga terjadi pada model spesifikasi tinggi, di mana varian 8GB naik Rp503.100 dan model 16GB melonjak Rp1.006.200.

Penyesuaian ini bersifat akumulatif di atas kenaikan harga berkisar Rp83.850 hingga Rp251.550 yang telah diterapkan pada Desember lalu. Akibatnya, harga jual varian tertinggi Raspberry Pi 5 kapasitas 16GB kini menembus Rp3.437.850.

Selain itu, varian 8GB untuk Pi 4 dan Pi 5 diperkirakan menyentuh kisaran Rp2.096.250 hingga Rp2.263.950. Hal ini menjadikan varian tersebut sebagai satu-satunya papan komputer, selain model 16GB, yang menembus harga di atas Rp1,67 juta.

Kendati demikian, perseroan memastikan tidak semua lini produk terdampak inflasi komponen. Raspberry Pi 4 dan Raspberry Pi 5 varian entry-level berkapasitas 1GB tetap dipatok masing-masing seharga Rp586.950 dan Rp754.650.

Harga untuk komputer keyboard Raspberry Pi 400 juga tidak mengalami perubahan dan tetap menjadi opsi PC termurah perseroan di level Rp1.006.200. Stabilitas harga ini juga berlaku bagi produk model lama yang menggunakan memori LPDDR2 seperti Raspberry Pi 3 dan Pi Zero.

Manajemen menjelaskan bahwa harga produk lawas dapat dipertahankan karena perusahaan masih memegang persediaan inventaris memori LPDDR2 yang cukup. Stok tersebut diproyeksikan aman untuk memenuhi kebutuhan produksi beberapa tahun ke depan.

Kenaikan harga beruntun ini dinilai menggeser proposisi nilai Raspberry Pi yang awalnya dikenal sebagai komputer ekonomis bagi para penghobi. Dengan harga yang semakin tinggi, perangkat ini harus bersaing ketat dengan komputer mini berbasis x86 maupun PC bekas.

Upton memproyeksikan bahwa tantangan rantai pasokan dan harga memori akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026. Namun, perseroan berkomitmen untuk meninjau ulang kebijakan harga jika kondisi pasar membaik.

“Situasi saat ini pada akhirnya bersifat sementara, dan kami berharap dapat membatalkan kenaikan harga ini setelah kondisi mereda,” ujar Upton.

Lanjutkan Membaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Close

Adblock Terdeteksi

LidahTekno.com didukung oleh iklan Google Adsense untuk menyediakan konten bagi Anda.Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan AdBlocker atau menambahkan kami ke dalam whitelist Anda agar kami dapat terus memberikan informasi dan tips teknologi terbaik.Terima kasih atas dukungan Anda!