Realitas 5G di Indonesia: Jaringan Tidak Stabil, Beralih ke 4G Tiba-Tiba

Pengguna Mengeluhkan Stabilitas Jaringan 5G di Indonesia

Di tengah perkembangan teknologi jaringan 5G yang semakin pesat, banyak pengguna di Indonesia mengeluhkan ketidakstabilan jaringan tersebut. Terkadang, mereka terhubung ke jaringan 5G, namun secara tiba-tiba beralih ke jaringan 4G tanpa pemberitahuan. Hal ini menyebabkan gangguan dalam pengalaman pengguna.

Pengalaman konsumen terhadap jaringan 5G menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Salah satu pengguna yang tinggal di Tangerang, Dhinkis (22), mengakui adanya perbedaan kecepatan antara jaringan 4G dan 5G. Menurutnya, perbedaan tersebut paling terasa saat melakukan aktivitas dengan kebutuhan latensi rendah, seperti bermain gim daring.

“Kalau tidak pakai 5G, ping saat main gim bisa langsung naik ke angka 160 hingga 299 ms,” ujarnya. Ia juga menyoroti masalah stabilitas jaringan 5G yang masih menjadi kendala utama. Perpindahan jaringan yang kasar dari 5G ke 4G sering kali memutus koneksi sesaat dan mengganggu kenyamanan.

Kondisi ini membuat Dhinkis lebih memilih menggunakan koneksi 4G saat berada di luar ruangan. Jangkauan 5G yang belum merata membuatnya lebih nyaman tetap berada di jaringan 4G untuk sementara waktu.

“Jangkauan 5G tidak merata di Jabodetabek, jadi kalau di luar ruangan lebih sering dapat 4G+,” tambahnya. Selain itu, ia juga merasa biaya paket data dan harga perangkat 5G saat ini belum sebanding dengan cakupan area yang belum merata.

Perkembangan Infrastruktur Jaringan 5G

Penggelaran jaringan 5G di Indonesia telah berjalan lebih agresif pada tahun 2025 dibandingkan 2024. PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatatkan peningkatan signifikan dalam penggelaran 5G, bahkan melampaui PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Sementara itu, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) mengklaim telah menyelimuti 33 kota dengan jaringan 5G. Rencananya, pada tahun ini perusahaan akan menggelar 5G di 88 kota.

Berdasarkan laporan info memo, dikutip Selasa (17/2/2026), PT Indosat Tbk. (ISAT) mengoperasikan 6.872 unit Base Transceiver Station (BTS) 5G sepanjang 2025. Jumlah ini meningkat tajam dari 2024 yang hanya tercatat 107 unit BTS 5G. Selain 5G, Indosat juga memperkuat jaringan 4G dengan menambah sekitar 18.000 BTS baru sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, Telkomsel juga mencatatkan lonjakan signifikan BTS 5G dari sekitar 975 BTS 5G pada akhir 2024 menjadi 5.300 BTS 5G pada akhir 2025. Adapun XLSMART bakal menghadirkan jaringan XL Ultra 5G+ di 88 kota pada tahun ini. XLSMART ingin masyarakat merasakan layanan 5G yang sesungguhnya.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meskipun infrastruktur jaringan 5G berkembang pesat, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Ketersediaan jaringan yang tidak merata, biaya yang relatif tinggi, serta ketidakstabilan koneksi menjadi isu utama yang perlu diperhatikan. Namun, dengan komitmen para penyedia layanan, harapan besar diarahkan agar jaringan 5G dapat memberikan pengalaman yang optimal bagi pengguna di seluruh Indonesia.

Perkembangan ini juga menunjukkan bahwa industri telekomunikasi terus bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses internet yang cepat dan stabil. Dengan peningkatan jumlah BTS 5G dan rencana ekspansi yang terus dilakukan, diharapkan nantinya jaringan 5G dapat menjadi solusi utama untuk berbagai kebutuhan digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Baca Juga

Back to top button

Adblock Terdeteksi

LidahTekno.com didukung oleh iklan Google Adsense untuk menyediakan konten bagi Anda. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan AdBlocker atau menambahkan kami ke dalam whitelist Anda agar kami dapat terus memberikan informasi dan tips teknologi terbaik. Terima kasih atas dukungan Anda!