Samsung dan Baidu: Tantangan Pada Pasar Ponsel Cina

Samsung Electronics memperkenalkan keluarga smartphone flagship terbarunya, Galaxy S24, ke pasar Cina dengan mengandalkan kerjasama dengan raksasa pencarian lokal, Baidu. Kolaborasi Samsung dan Baidu ini bertujuan untuk mengintegrasikan layanan khusus mitra Cina tersebut ke dalam perangkat Samsung. Meskipun demikian, para ahli berpendapat bahwa langkah ini tidak akan memberikan kontribusi signifikan terhadap popularitas smartphone Samsung di pasar Cina.

Kolaborasi Strategis dengan Baidu

Samsung memastikan dukungan untuk chatbot Ernie dari perusahaan Cina Baidu dan layanan pencarian yang sama, yang diimplementasikan dengan fungsi kecerdasan buatan, pada smartphone Galaxy S24 di pasar Cina. Banyak fitur yang ditawarkan melalui kerjasama dengan Baidu meniru kemampuan Galaxy S24 untuk pasar global, di mana Samsung bergantung pada kemitraan dengan Google dan layanan pencarian kecerdasan buatannya, Gemini AI.

Keprihatinan Pelanggan Cina

Pelanggan Samsung di Cina telah menyuarakan kekhawatiran bahwa fitur yang diimplementasikan melalui kerjasama dengan Baidu mungkin tidak berfungsi seefektif fitur yang ditawarkan oleh Google pada versi internasional Galaxy S24. Pembeli Cina memiliki kesempatan untuk membandingkan kedua platform ini ketika berkunjung ke Hong Kong, di mana Galaxy S24 tersedia dalam kedua versi.

Tantangan dari Model Bahasa Besar

Baidu memperkenalkan chatbot Ernie pada Maret tahun lalu, menjadi salah satu yang pertama di antara raksasa dunia yang menawarkan alternatif untuk ChatGPT milik OpenAI yang saat itu semakin populer. Namun, model bahasa Ernie 4.0 yang diperkenalkan pada September tampaknya kalah dalam kemampuannya dibanding GPT-4, bahkan menurut representatif Baidu sendiri. Saat ini, Huawei dan OPPO sudah menawarkan model bahasa besar milik mereka, meningkatkan persaingan di pasar smartphone Cina.

Baca Juga  Play Station Portable Akan Hadir Kembali dengan PSP 2 ?

Pandangan Analis Counterpoint Research

Analisis dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa dukungan untuk sistem kecerdasan buatan saja tidak akan membantu Samsung memperkuat posisinya di pasar smartphone Cina. Meskipun begitu, kerjasama dengan Baidu menunjukkan keinginan perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya di Cina dalam jangka panjang. Meski Galaxy S24 dan Galaxy S24+ di pasar lokal dijual dengan harga lebih tinggi dibanding pendahulunya, di Amerika Serikat dijual dengan harga yang sama, dan di Eropa bahkan lebih terjangkau dibanding model Galaxy S23. Perbedaan harga mungkin lebih berpengaruh bagi pembeli Cina daripada ketersediaan fitur tambahan. Selama sepuluh tahun terakhir, pangsa pasar Samsung di pasar smartphone Cina turun dari 20 persen menjadi kurang dari 1 persen.

Kesimpulan

Kerjasama Samsung dengan Baidu membuka pintu bagi tantangan di pasar smartphone Cina. Sementara dukungan untuk kecerdasan buatan menunjukkan komitmen jangka panjang, tantangan seputar perbandingan kualitas dengan mitra global seperti Google menjadi kendala. Bagaimana Samsung akan menanggapi berbagai kekhawatiran pelanggan dan sejauh mana kerjasama dengan Baidu dapat membantu memperkuat posisinya di pasar yang semakin ketat ini, menjadi pertanyaan yang patut dijawab.

Back to top button
Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda