Haruskah AC Dimatikan Saat Pergi? Ini Cara Hemat Listriknya

Strategi Menghemat Listrik dengan Penggunaan AC yang Efisien
Menggunakan pendingin ruangan (AC) di rumah menjadi sebuah kenyamanan yang sangat penting, terutama saat cuaca sedang panas. Namun, masih banyak perdebatan mengenai apakah AC sebaiknya tetap dinyalakan atau dimatikan ketika penghuni rumah pergi bekerja pada siang hari. Berdasarkan beberapa penelitian dan saran dari para ahli, ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk menghemat listrik tanpa mengorbankan kenyamanan.
Menyesuaikan Suhu AC Saat Rumah Kosong
Menurut tiga pakar yang diwawancarai oleh The Associated Press, cara terbaik untuk menyeimbangkan efisiensi energi, kenyamanan, dan kelembapan adalah dengan menaikkan pengaturan suhu AC beberapa derajat dari biasanya ketika rumah ditinggalkan. Mematikan AC sepenuhnya bisa lebih hemat, tetapi di daerah lembap berisiko memicu jamur dan mempercepat keausan komponen AC.
Strategi ini juga bergantung pada iklim setempat. Di daerah kering seperti Arizona, suhu rumah dapat dibiarkan meningkat lebih tinggi tanpa banyak masalah. Sebaliknya, di wilayah lembap seperti Florida, udara di dalam rumah bisa menjadi lebih lembap dan sulit didinginkan. Oleh karena itu, di daerah lembap disarankan cukup menaikkan suhu AC beberapa derajat daripada mematikannya sepenuhnya.
Pengaruh Kenaikan Suhu Terhadap Biaya Energi
Patrick Phelan, profesor teknik mesin di Arizona State University, menjelaskan bahwa setiap kenaikan suhu termostat sebesar 1 derajat Fahrenheit (0,6 derajat Celsius) dapat menghemat sekitar 3 persen biaya pendinginan. Namun, membiarkan AC mati selama berjam-jam lalu menyalakannya kembali dapat mempercepat keausan komponen karena AC memerlukan waktu sekitar 15 hingga 30 menit setelah dinyalakan untuk mencapai kinerja paling efisien.
Perbedaan Jenis AC dan Efisiensinya
Jenis AC yang digunakan, baik AC jendela, termostat pintar, maupun AC sentral, turut menentukan besarnya penghematan energi. Menurut Elizabeth Hewitt, profesor sekaligus pakar perencanaan kota di Universitas Stony Brook, AC jendela umumnya kurang efisien karena dipasang pada bukaan jendela sehingga udara panas lebih mudah masuk. Ia menyarankan penggunaan busa insulasi murah untuk menutup celah di sekitar jendela atau area yang bocor agar suhu dalam rumah lebih terjaga.
Sementara itu, Phelan mengatakan termostat pintar dapat membantu menghemat energi karena mampu mempelajari pola kehadiran penghuni rumah. Perangkat ini secara otomatis menaikkan suhu saat rumah kosong dan menurunkannya kembali ketika penghuni pulang. Mengganti termostat manual dengan termostat pintar seperti Nest dapat menghasilkan penghematan energi sekitar 10 persen.
Tips Tambahan untuk Membuat Rumah Lebih Sejuk
Selain mengatur AC, ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga suhu ruangan tetap sejuk tanpa harus mengandalkan AC. Ketiga pakar sepakat bahwa langkah-langkah seperti menghalangi sinar matahari masuk ke dalam rumah dapat membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk.
Gregor Henze, profesor teknik arsitektur dari University of Colorado Boulder, menyarankan cara tradisional dengan membuka jendela pada malam hari ketika udara lebih dingin. Di daerah beriklim kering, cara ini efektif karena udara malam tidak membawa banyak kelembapan. Namun, di wilayah yang lembap, udara malam justru dapat menambah kadar air di dalam rumah sehingga nantinya harus dihilangkan kembali oleh AC.
Hewitt menambahkan bahwa menutup tirai atau gorden juga dapat menurunkan suhu ruangan hingga beberapa derajat. Phelan menyebut beberapa jenis tirai dirancang khusus untuk memantulkan sinar matahari. Selain itu, pemasangan kaca film berwarna pada jendela juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah.























