Kenali 4 Jenis Stasiun Pengisi Daya Sebelum Mudik dengan Mobil Listrik

LidahTekno,
JAKARTA — Jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) diperkirakan meningkat pada Lebaran 2026. Hal ini didorong oleh tren penggunaan EV yang semakin pesat. PT PLN (Persero) memperkirakan bahwa jumlah pemudik dengan kendaraan listrik mencapai sekitar 23.000 unit pada tahun ini, naik 1,6 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PLN telah menyiagakan 1.681 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 994 titik jalur mudik utama Sumatra–Jawa–Bali. Jumlah SPKLU ini hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Namun, masih banyak pengguna yang belum memahami perbedaan jenis charging station yang tersedia serta kesesuaiaannya dengan kapasitas baterai kendaraan listrik.
PLN mencatat, secara umum, terdapat empat jenis charging station yang dapat digunakan oleh kendaraan listrik sesuai dengan kapasitas daya dan kebutuhan pengisian baterai. Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menyampaikan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada edukasi kepada masyarakat mengenai cara penggunaan yang tepat.
“PLN tidak hanya membangun infrastruktur pengisian daya, tetapi juga berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat agar penggunaan kendaraan listrik semakin mudah, aman, dan nyaman. Dengan memahami jenis charging station yang tersedia, pengguna dapat mengoptimalkan proses pengisian daya sesuai kebutuhan mobilitas mereka,” ujar Gregorius melalui keterangan resmi.
Sebagai dukungan terhadap kemudahan penggunaan kendaraan listrik, PLN juga menghadirkan teknologi melalui aplikasi PLN Mobile yang dilengkapi dengan menu Electric Vehicle Digital Services (EVDS) sebagai one-stop service layanan EV. Pada menu ini, PLN juga menghadirkan fitur Trip Planner yang memungkinkan pengguna merencanakan rute perjalanan sekaligus menentukan titik pengisian daya secara lebih efisien selama perjalanan.
Selain itu, PLN Mobile juga dilengkapi fitur AntreEV yang memungkinkan pengguna memantau ketersediaan SPKLU serta melakukan reservasi antrean pengisian daya secara digital, sehingga proses pengisian daya dapat dilakukan dengan lebih praktis dan efisien.
Berikut 4 Tipe Charging Station Mobil Listrik:
Standard Charging
Standard Charging merupakan metode pengisian daya menggunakan arus bolak-balik atau alternating current (AC) dengan kapasitas 7 kW ke bawah. Proses pengisian daya dengan metode ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 12 jam, tergantung pada kapasitas baterai kendaraan. Jenis pengisian ini paling banyak digunakan di rumah (home charging) dan cocok untuk kendaraan listrik dengan kapasitas baterai kecil maupun kendaraan plug-in hybrid.Medium Charging
Medium Charging juga menggunakan arus AC dengan kapasitas daya lebih dari 7 kW hingga 22 kW. Dengan kapasitas yang lebih besar, waktu pengisian daya dapat berlangsung sekitar 2 hingga 4 jam. Fasilitas ini umumnya tersedia di kantor, pusat perbelanjaan, atau area parkir publik, sehingga cocok digunakan ketika kendaraan diparkir dalam waktu beberapa jam. Pengisian daya jenis ini biasanya menggunakan perangkat wallbox charger.Fast Charging
Fast Charging menggunakan arus searah atau direct current (DC) dengan kapasitas daya lebih dari 22 kW hingga 50 kW. Dengan teknologi ini, pengisian daya baterai kendaraan listrik dapat mencapai hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 hingga 60 menit. Fasilitas ini biasanya tersedia di SPKLU dan sangat cocok digunakan saat perjalanan jarak jauh atau di lokasi dengan mobilitas kendaraan yang tinggi.Ultra Fast Charging
Ultra Fast Charging juga menggunakan arus DC dengan kapasitas daya di atas 50 kW. Dengan kapasitas tersebut, pengisian daya kendaraan listrik dapat dilakukan dalam waktu sekitar 10 hingga 20 menit. Jenis pengisian ini sangat ideal bagi kendaraan listrik dengan kapasitas baterai besar yang membutuhkan pengisian cepat selama perjalanan.























