Aerox Tanpa Bensin, Yamaha Umumkan Versi EV Segera Dirilis

Yamaha akhirnya menghadirkan varian listrik dari Aerox yang diberi nama Yamaha Aerox E. Motor ini telah resmi diperkenalkan di India dengan mempertahankan desain tajam dan bodi berotot yang selama ini menjadi ciri khas dari seri Aerox 155.

Sayangnya, desain yang digunakan oleh Yamaha Aerox E justru mengambil basis dari generasi sebelumnya, bukan bentuk Aerox Alpha terbaru. Meskipun memiliki kesan nostalgia, urusan tenaga listrik dari motor ini tidak bisa diremehkan.
Yamaha Aerox E dilengkapi dengan motor penggerak yang mampu menghasilkan tenaga puncak sebesar 9,4 kW atau setara 12,6 HP. Jika dibandingkan dengan Aerox Alpha bensin yang memiliki daya 15,15 HP, maka varian listrik ini sedikit tertinggal. Namun, soal torsi, Aerox E menunjukkan keunggulan yang signifikan. Dengan torsi sebesar 48 Nm, motor ini bahkan melampaui torsi Yamaha R25 yang hanya 22,5 Nm. Bahkan dibandingkan dengan Aerox konvensional yang hanya memiliki torsi 14,2 Nm, Aerox E jauh lebih unggul dalam hal akselerasi.
Selain itu, daya jelajah juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan Yamaha Aerox E. Motor ini dilengkapi dua baterai dengan total kapasitas 6 kWh. Sistem baterai yang dapat dilepas (removable) memudahkan pemilik saat ingin mengisi daya di rumah atau kantor. Dengan baterai penuh, Yamaha mengklaim bahwa Aerox E mampu menempuh jarak hingga 106 km.
Pengendara juga diberikan fleksibilitas melalui tiga mode berkendara, yaitu Eco untuk hemat daya, Standard untuk penggunaan harian, dan Power untuk mendapatkan performa maksimal. Fitur-fitur modern seperti layar instrumen TFT 5 inci, konektivitas Y-Connect, serta sistem Smart Key tetap hadir dalam motor ini.
Urusan keselamatan juga tidak luput dari perhatian Yamaha. Motor ini dilengkapi dengan rem ABS dan Traction Control System (TCS) yang membantu menjaga ban agar tidak selip saat menerima torsi besar.
Meski sudah dipamerkan, Yamaha India belum secara resmi menjual Yamaha Aerox E. Namun, kabarnya motor ini akan diluncurkan pada kuartal pertama tahun ini. Jika nantinya masuk ke Indonesia, apakah Sobat tertarik beralih ke motor listrik atau tetap memilih Aerox bensin?























