Gak Cuma Pamer Speedtest! Cara Gabungin Telkom + Biznet Jadi Satu Jalur Pake MPTCP, Emang Bisa?

Pernah gak kepikiran punya dua koneksi internet di rumah, misalnya Telkom dan Biznet, terus pengennya kecepatan keduanya digabung jadi satu? Kalau selama ini kamu cuma tau load balance biasa, siap-siap buat kenalan sama teknologi yang lebih sakti.

Baru-baru ini viral postingan dari Ahmad Mishbahuddin yang pamer hasil penggabungan bandwidth Telkom dan Biznet secara FULL. Bedanya sama load balance biasa? Kalau load balance seringkali cuma membagi beban (misal: YouTube lewat Telkom, download lewat Biznet), teknik yang satu ini bisa bikin satu sesi download atau speedtest narik bandwidth dari kedua provider sekaligus!

Apa Rahasianya? Kenalan sama MPTCP

Teknologi yang dipakai di sini namanya MPTCP (MultiPath TCP). Secara sederhana, TCP biasa cuma bisa lewat satu jalur (satu IP). Tapi dengan MPTCP, data kamu bisa dipecah-pecah dan dikirim lewat banyak jalur (banyak ISP) secara bersamaan, lalu disatukan lagi di ujung tujuan.

Di postingan tersebut, alat tempur yang digunakan antara lain:

  • MPTCP: Protokol utama buat memecah jalur internet.
  • Socat: Tool buat menyambungkan data antar port atau protokol.
  • Sing-box: Universal proxy platform yang lagi naik daun buat urusan routing internet.

Kenapa Ini Lebih Baik dari Load Balance Biasa?

Masalah utama load balance tradisional adalah sifatnya yang “per-session”. Artinya, kalau kamu lagi speedtest, biasanya cuma satu ISP yang kerja maksimal. Kamu gak akan bisa dapet 100 Mbps (Telkom) + 100 Mbps (Biznet) = 200 Mbps dalam satu kali klik test.

Tapi dengan MPTCP + sing-box ini, sistem dipaksa buat menggabungkan kapasitas pipa data dari kedua provider tersebut. Hasilnya? Kecepatan yang didapat adalah akumulasi nyata dari semua provider yang kamu punya.

Gimana Cara Cobanya?

Si Ahmad ini juga berbaik hati membagikan script-nya di GitHub lewat link github.com/mgi24/MPTCP-Internet-Combine. Namun, perlu dicatat bahwa ini bukan instalasi sekali klik buat pemula. Kamu butuh:

  1. Perangkat yang mendukung (biasanya router berbasis Linux atau OpenWrt).
  2. Pemahaman dasar tentang networking dan command line.
  3. Server VPS di luar (opsional, tergantung metode) untuk menyatukan kembali trafiknya.

Kesimpulan

Teknologi ini adalah angin segar buat para bandwidth hunter di Indonesia yang punya lebih dari satu ISP tapi merasa belum maksimal. Walaupun konfigurasinya agak teknis, tapi hasil “peak performance” yang didapat emang gak main-main.

Gimana? Tertarik buat nyoba oprek router di rumah dan gabungin semua ISP yang ada?

Sumber: Facebook Ahmad Mishbahuddin / GitHub mgi24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Baca Juga

Back to top button

Adblock Terdeteksi

LidahTekno.com didukung oleh iklan Google Adsense untuk menyediakan konten bagi Anda. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan AdBlocker atau menambahkan kami ke dalam whitelist Anda agar kami dapat terus memberikan informasi dan tips teknologi terbaik. Terima kasih atas dukungan Anda!