Kekurangan Memori, Pasar Ponsel Baru Diprediksi Menurun

Krisis Memori yang Mengguncang Pasar Ponsel Pintar

Ponsel pintar yang sebelumnya telah dipersiapkan untuk diluncurkan ke pasar kini menghadapi tantangan besar. Desain yang matang dan strategi pemasaran yang intensif tidak cukup untuk mengatasi satu masalah mendasar: kelangkaan komponen memori. Perusahaan analis International Data Corporation (IDC) memprediksi bahwa krisis ini akan mengurangi pengiriman ponsel pintar global hingga 12,9 persen pada tahun ini. Angka ini menjadi penurunan terbesar dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir. Dari 1,26 miliar unit yang diharapkan pada 2025, angka tersebut diperkirakan turun menjadi sekitar 1,12 miliar unit.

Prediksi serupa juga disampaikan oleh Counterpoint Research, yang memperkirakan penurunan pasar sekitar 12 persen sepanjang tahun. Bagi industri, ini bukan sekadar koreksi musiman, tetapi merupakan penataan ulang struktural yang bisa mengubah lanskap vendor dan komposisi produk dalam jangka panjang.

Harga Ponsel Naik, Segmen Bawah Terancam

Bukan hanya volume yang terpukul, harga ponsel juga ikut terdorong naik. IDC memproyeksikan harga jual rata-rata ponsel akan mencapai rekor baru sebesar USD 523, atau naik sekitar 14 persen. Kenaikan ini membuat segmen bawah semakin tertekan. Ponsel dengan harga di bawah USD 100 mulai tidak ekonomis untuk diproduksi. Bahkan, segmen ponsel di bawah USD 200 diperkirakan merosot hingga 20 persen. Sebaliknya, lini premium dinilai lebih tahan banting terhadap tekanan pasar.

Dampak Global yang Luas

Dampak krisis ini terasa di berbagai wilayah. Timur Tengah dan Afrika diproyeksikan mengalami penurunan lebih dari 20 persen. Sementara itu, China akan mengalami penurunan sebesar 10,5 persen, dan Asia Pasifik (di luar Jepang) sebesar 13,1 persen.

Counterpoint Research menilai tekanan pasokan bisa berlanjut hingga paruh kedua 2027, karena ekspansi produksi memori membutuhkan waktu. Sejumlah vendor Android sudah lebih dulu menaikkan harga antara 10–20 persen sejak awal 2026. CEO Nothing, Carl Pei, bahkan mengingatkan bahwa harga ponsel bisa melonjak hingga 30 persen atau spesifikasi harus dikorbankan.

Pasar Ponsel Bekas Berpotensi Tumbuh

Di tengah gejolak ini, satu segmen justru berpotensi tumbuh: pasar ponsel bekas. Saat perangkat baru kian mahal, pilihan lama kembali dilirik. Orang-orang mulai beralih ke ponsel bekas sebagai alternatif yang lebih terjangkau.

Krisis memori, rupanya, tak hanya menghambat pengiriman—ia juga bisa menggeser cara orang membeli ponsel. Dengan harga yang meningkat dan pasokan yang terbatas, konsumen mulai mencari solusi alternatif. Hal ini menunjukkan bagaimana perubahan kecil dalam rantai pasok bisa memiliki dampak besar terhadap perilaku pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Baca Juga

Back to top button

Adblock Terdeteksi

LidahTekno.com didukung oleh iklan Google Adsense untuk menyediakan konten bagi Anda.Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan AdBlocker atau menambahkan kami ke dalam whitelist Anda agar kami dapat terus memberikan informasi dan tips teknologi terbaik.Terima kasih atas dukungan Anda!