Ulasan POCO C81 Pro: HP Harga Terjangkau dengan Layar Luas dan Baterai Tahan Lama

Harga smartphone yang semakin meningkat membuat perangkat kelas entry-level kembali menarik perhatian, terutama di kisaran harga Rp1 jutaan. Di segmen ini, pengguna biasanya mencari perangkat yang bisa digunakan untuk kebutuhan dasar, seperti menelepon, mengirim pesan, atau menjelajahi internet, tetapi tetap stabil dalam penggunaan harian.

Di tengah situasi ini, POCO C81 Pro berusaha masuk ke pasar. Xiaomi Indonesia memasukkan POCO C81 Pro sebagai bagian dari lini POCO C Series dengan harga mulai sekitar Rp1,6 juta hingga Rp1,7 juta, tergantung varian dan promo yang berlaku.

Varian resmi yang tersedia di halaman spesifikasi adalah 4 GB + 64 GB dan 4 GB + 128 GB, dilengkapi RAM LPDDR4X dan penyimpanan UFS 2.2. Dengan harga tersebut, POCO C81 Pro menjawab kebutuhan konsumen kelas ini akan smartphone yang bisa diandalkan, dengan layar besar, baterai tahan lama, dan masa pakai yang panjang.
Desain dan Layar
Secara desain, POCO C81 Pro tampil sederhana dengan kombinasi kaca depan dan bodi plastik, yang wajar untuk kelas harga Rp1 jutaan. Bobotnya sekitar 208 gram dengan ketebalan 8,2 mm, terasa besar karena layar 6,9 inci dan baterai 6.000 mAh. Ukuran ini mungkin kurang nyaman bagi pengguna yang suka HP ringkas, tetapi cocok untuk konsumsi konten.
Bagian belakang mengusung desain dual tone dengan pilihan warna Black, Gold, dan Green. Varian Green terlihat paling mencolok, sementara dua lainnya lebih netral. Layar menjadi daya tarik utama. POCO C81 Pro menggunakan panel IPS LCD 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz, yang membuat animasi dan scrolling terasa lebih mulus dibanding layar 60Hz.

Namun, resolusinya masih HD+ (1600 x 720 piksel), sehingga ketajaman tidak setinggi layar Full HD+. Kecerahan layar berada di kisaran 650 nits dan bisa mencapai 800 nits, cukup untuk penggunaan dalam ruangan, tetapi kurang optimal di bawah sinar matahari terik.

Selain itu, karena masih IPS LCD, kontras dan warna tidak sehidup AMOLED—hitam terlihat abu-abu dan tampilan kurang dalam. Meski begitu, layar tetap responsif dan ukurannya besar, sehingga nyaman untuk penggunaan harian seperti menonton dan browsing.
Performa
POCO C81 Pro menggunakan UNISOC T7250 berbasis fabrikasi 12 nm dengan CPU octa-core (2x Cortex-A75 1,8 GHz + 6x Cortex-A55 1,6 GHz) dan GPU Mali-G57. Perangkat ini hadir dengan RAM 4 GB yang bisa diperluas secara virtual, serta pilihan penyimpanan 64 GB, 128 GB, hingga 256 GB menggunakan teknologi UFS 2.2 yang lebih cepat dibanding eMMC.
Berikut adalah hasil pengujian sintetis dari POCO C81 Pro:
AnTuTu : 412.276 (CPU 140.588, GPU 20.800, MEM 145.281, UX 105.607)
Geekbench 6 : 429 (single), 1.383 (multi), GPU 710/723
3DMark Wild Life : 578, 3,47 fps
3DMark Stress Test : 584-582 (best), 578-576 (lowest), stabilitas 99
* PCMark Work 3.0 : skor 9.180
Secara umum, performa POCO C81 Pro cukup untuk penggunaan harian seperti media sosial, chatting, browsing, dan aplikasi ringan. Skor memori dan UX yang relatif tinggi membantu sistem terasa responsif, apalagi didukung storage UFS 2.2. Namun, GPU menjadi titik lemah utama. Skor grafis rendah menunjukkan perangkat ini tidak cocok untuk beban berat. Meski begitu, stabilitas 99% di 3DMark menunjukkan performanya konsisten dan tidak mudah drop karena panas.
Batas paling terasa ada di RAM 4 GB. Multitasking berat akan memicu reload aplikasi dan lag. Karena itu, perangkat ini lebih cocok untuk penggunaan sederhana, bukan penggunaan intensif dengan banyak aplikasi sekaligus.
Sedangkan untuk performa gaming, kami telah uji POCO C81 Pro lewat 2 game yang cukup populer yaitu Free Fire dan Mobile Legends:
Free Fire (Smooth + High Frame Rate) : Rata-rata 58,2 fps (maks 61, min 34), smoothness 99,6%, 5% low 47 fps, suhu 35,1°C, konsumsi 2,56W.
Mobile Legends (High setting, HD) : Rata-rata 58,6 fps (maks 61, min 7), smoothness 98,7%, 5% low 44,6 fps, suhu 34,3°C, konsumsi 2,48W.
Untuk game ringan seperti Free Fire dan Mobile Legends, performanya masih tergolong baik dengan rata-rata mendekati 60 fps. Free Fire terasa lebih stabil, sementara Mobile Legends masih lancar tetapi sesekali mengalami drop saat momen ramai. Suhu perangkat tetap terjaga, menunjukkan efisiensi chipset cukup baik. Namun, RAM 4 GB kembali menjadi batas utama. Jika banyak aplikasi berjalan di latar belakang, performa game bisa menurun.
Kesimpulannya, POCO C81 Pro masih layak untuk gaming ringan, tetapi bukan untuk game berat atau sesi gaming kompetitif.
Baterai
Baterai menjadi keunggulan utama POCO C81 Pro dengan kapasitas 6.000 mAh. Dalam pengujian PCMark Work 2.0, perangkat ini mampu bertahan hingga 22 jam, angka yang sangat baik untuk kelas HP Rp1 jutaan dan menunjukkan efisiensi daya yang solid untuk penggunaan seharian atau bahkan lebih dalam skenario nyata. Dalam penggunaan sehari-hari, perangkat ini umumnya bisa bertahan seharian penuh, bahkan hingga dua hari untuk pengguna ringan. Ini membuatnya cocok untuk pelajar, pekerja lapangan, atau pengguna yang tidak ingin sering mengisi daya.
Komprominya ada pada pengisian daya yang hanya 15W. Dengan charger bawaan, dalam 30 menit baterai hanya terisi dari sekitar 9% ke 29%. Untuk pengisian penuh hingga 100%, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai sekitar 2 jam 23 menit, sehingga terasa cukup lama untuk kapasitas baterai sebesar ini.
Kamera
POCO C81 Pro membawa kamera utama 13 MP dengan dukungan fitur berbasis AI. Di bagian depan, tersedia kamera 8 MP. Kamera belakang dan depan dapat merekam video hingga 1080p 30 fps. Untuk kelas harga entry-level, hasil kamera POCO C81 Pro sebaiknya dinilai secara realistis. Dari berbagai sampel yang diuji, karakter kameranya cukup konsisten, dimana kamera utama mampu menghasilkan foto yang menarik saat cahaya melimpah, tetapi mulai menunjukkan keterbatasan ketika menghadapi kontras tinggi, objek dengan detail rumit, atau pencahayaan yang tidak merata.
Secara umum, pemrosesan gambar pada perangkat ini cenderung meningkatkan ketajaman dan saturasi agar foto terlihat lebih “hidup” saat dilihat langsung dari layar HP. Pendekatan ini memang cocok untuk kebutuhan dokumentasi dan media sosial, tetapi konsekuensinya adalah detail halus, dynamic range, dan akurasi warna belum menjadi kekuatan utama.
Dalam kondisi cahaya terang, kamera utama masih bisa diandalkan. Detail objek seperti tanaman, jalan, atau bangunan masih terlihat cukup jelas, terutama di area tengah frame. Namun, kemampuan HDR tergolong terbatas. Area yang terkena cahaya kuat sering kali kehilangan detail, sementara bagian bayangan bisa terlihat terlalu gelap. Warna juga cenderung dibuat lebih cerah, khususnya pada warna hijau yang kadang terlihat agak kekuningan.
Saat digunakan di kondisi cahaya yang lebih menantang, seperti sore hari atau mendung, kualitas mulai menurun. Detail di kejauhan terlihat lebih lembut, dan kamera tampak mengandalkan noise reduction yang cukup agresif. Hasilnya memang terlihat bersih sekilas, tetapi detail halus ikut berkurang. Untuk pemotretan jarak dekat, kamera masih cukup baik dalam mengunci fokus dan memisahkan objek dari latar belakang secara alami. Namun, highlight tetap mudah overexposed jika cahaya terlalu keras.
Kamera depan 8 MP cukup untuk video call, kelas online, meeting ringan, dan selfie sederhana. Eksposur wajah umumnya terjaga dengan baik, terutama di luar ruangan. Namun, detail wajah cenderung dihaluskan dan warna kulit sedikit hangat. Dalam kondisi cahaya kurang, kualitasnya akan cepat menurun. Mode portrait tersedia dan mampu memberikan efek bokeh yang cukup kuat. Pemisahan antara subjek dan latar sudah terlihat, tetapi deteksi tepi belum konsisten, terutama pada objek dengan detail rumit seperti rambut, daun, atau ranting.
Untuk video, resolusi 1080p 30 fps sudah cukup untuk dokumentasi dasar. Namun, perangkat ini bukan opsi ideal untuk kreator konten yang membutuhkan stabilisasi baik, dynamic range luas, atau kualitas audio-video yang konsisten. Secara keseluruhan, kamera POCO C81 Pro masih layak untuk kebutuhan sehari-hari seperti dokumentasi, foto barang, atau unggahan kasual ke media sosial. Namun, kamera bukan menjadi nilai jual utama dari perangkat ini.
Fitur Tambahan dan Software
Sektor software menjadi bagian menarik dari POCO C81 Pro. Perangkat ini menjalankan HyperOS 3 dan membawa sejumlah fitur yang membuat pengalaman pakai terasa lebih modern. Materi tambahan juga menyebut adanya integrasi Google Gemini, termasuk Gemini Overlay, Gemini Live, Image Generation, dan Circle to Search. Yang lebih menarik adalah janji pembaruan sistem. Materi tambahan menyebut POCO C81 Pro mendapat jaminan upgrade Android hingga empat kali. Untuk HP Rp1 jutaan, klaim ini sangat kuat karena perangkat entry-level biasanya tidak mendapat dukungan software sepanjang itu.
Fitur lain yang tetap penting adalah sensor sidik jari di samping, jack audio 3,5 mm, slot microSD, USB-C, Wi-Fi dual-band, Bluetooth 5.2, dan dukungan NFC tergantung wilayah. Kehadiran jack audio dan microSD jelas masih relevan untuk pengguna entry-level yang ingin memakai earphone kabel atau menambah penyimpanan tanpa harus membeli varian internal lebih besar.
Kelebihan POCO C81 Pro
- Layar besar 6,9 inci nyaman untuk hiburan dan membaca
- Refresh rate 120Hz membuat scrolling lebih mulus
- Baterai 6.000 mAh sangat awet untuk penggunaan harian
- Storage UFS 2.2 memberikan performa lebih responsif di kelasnya
- Dukungan pembaruan Android hingga empat kali untuk pemakaian jangka panjang
Kekurangan POCO C81 Pro
- Resolusi layar masih HD+, belum Full HD+
- Chipset UNISOC T7250 kurang cocok untuk gaming berat
- RAM fisik 4 GB terbatas untuk multitasking
- Kamera hanya cukup untuk dokumentasi dasar
- Charging 15W terasa lambat untuk baterai besar
- Masih menggunakan jaringan 4G, belum mendukung 5G
Kesimpulan: Layak Dibeli, Asal Ekspektasinya Tepat
POCO C81 Pro adalah smartphone entry-level yang menawarkan kombinasi fitur yang cukup menarik untuk penggunaan sehari-hari, meski tetap hadir dengan sejumlah kompromi khas di kelas harganya. Perangkat ini cocok bagi pengguna yang mengutamakan layar besar, daya tahan baterai panjang, serta pengalaman penggunaan yang cukup lancar untuk aktivitas dasar seperti komunikasi, media sosial, dan hiburan ringan.
Di segmen Rp1 jutaan, nilai jual utamanya terletak pada layar 120Hz yang membuat navigasi terasa lebih mulus, serta baterai 6.000 mAh yang mampu menunjang penggunaan seharian bahkan lebih. Dukungan software yang relatif panjang juga menjadi nilai tambah, karena memberikan rasa aman bagi pengguna yang ingin memakai perangkat dalam jangka waktu lebih lama tanpa cepat tertinggal dari sisi sistem.
Namun, penting untuk memahami batasannya. Kamera hanya cukup untuk dokumentasi sederhana, performa belum ideal untuk gaming berat atau multitasking intensif, dan kualitas layar masih terbatas pada resolusi HD+. Selain itu, fitur seperti fast charging tinggi dan konektivitas 5G juga belum tersedia di perangkat ini.
Secara keseluruhan, POCO C81 Pro adalah pilihan yang rasional bagi pelajar, pengguna kasual, atau orang tua yang membutuhkan HP terjangkau dengan fokus pada daya tahan dan kenyamanan penggunaan dasar. Bagi pengguna dengan kebutuhan lebih tinggi di sektor kamera, performa, atau fitur premium lainnya, mempertimbangkan opsi di kelas harga yang lebih tinggi akan memberikan pengalaman yang lebih seimbang.























