Daftar Mobil 1.400 cc Dilarang Pakai Pertalite Mulai 1 Juni 2026, Ini Faktanya

Isu Larangan Mobil di Atas 1.400 cc Mengisi Pertalite Mulai 1 Juni 2026

Lini masa media sosial kembali diramaikan dengan berbagai unggahan yang menyebutkan bahwa mobil dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc akan dilarang membeli BBM subsidi jenis Pertalite mulai 1 Juni 2026. Isu ini menyebar luas melalui berbagai platform, termasuk TikTok, dan menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat.

Salah satu unggahan terkait isu ini dibagikan oleh akun TikTok @lungke** pada Senin (18/5/2026). Dalam unggahannya, akun tersebut menampilkan daftar sejumlah mobil yang disebut tidak lagi diperbolehkan menggunakan Pertalite. Beberapa merek dan tipe kendaraan yang tercantum antara lain Xenia, Terios, Luxio, Yaris, Veloz, Honda City, Mobilio, dan Xpander. Unggahan tersebut dilengkapi dengan keterangan: “Ini daftar mobil yang tidak boleh menggunakan Pertalite. Diberlakukan mulai tanggal 1 Juni 2026.”

Unggahan ini memicu beragam respons dari warganet, terutama mengenai kebenaran informasi tersebut. Banyak pengguna yang mempertanyakan apakah benar-benar ada aturan pembatasan pembelian BBM subsidi berdasarkan kapasitas mesin kendaraan. Hal ini membuat isu ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Tanggapan dari Pertamina

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, menjelaskan bahwa pihaknya akan mengikuti setiap kebijakan yang ditetapkan pemerintah terkait sektor energi, termasuk mekanisme dan aturan teknis yang nantinya diterapkan. Menurut dia, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus operator yang berada di bawah pemerintah, Pertamina pada prinsipnya akan mengacu pada arahan pemerintah selaku regulator.

Meski demikian, Robert belum memberikan jawaban pasti saat ditanya mengenai kabar larangan pembelian Pertalite untuk mobil bermesin di atas 1.400 cc. Ia menjelaskan bahwa seluruh kebijakan di sektor energi merupakan kewenangan pemerintah dan akan diputuskan melalui kajian sebelum diterapkan di lapangan. \”Kebijakan terkait energi akan ditetapkan pemerintah melalui kajian dan keputusan yang kemudian dilaksanakan oleh operator,\” ujarnya.

Robert juga menambahkan bahwa kementerian maupun lembaga terkait nantinya akan mengatur detail teknis serta mekanisme penerapan kebijakan tersebut. Saat ini, Pertamina masih menunggu arahan resmi dari pemerintah dan tetap menjalankan penyaluran energi sesuai aturan yang berlaku.

Fakta Tentang Subsidi BBM

Di sisi lain, pemerintah dan Pertamina Patra Niaga memang telah menerapkan mekanisme pendataan kendaraan melalui program Subsidi Tepat MyPertamina untuk penyaluran BBM subsidi. BBM subsidi merupakan bahan bakar yang mendapat subsidi pemerintah melalui dana APBN sehingga dijual dengan harga lebih murah dibanding BBM nonsubsidi. Jenis BBM yang termasuk dalam kategori subsidi antara lain Biosolar dan Pertalite.

Karena menggunakan anggaran negara, jumlah BBM subsidi dibatasi sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah dan hanya diperuntukkan bagi konsumen tertentu. Dalam penyalurannya, konsumen BBM subsidi diwajibkan terdata melalui sistem QR Code kendaraan. QR Code tersebut bersifat pribadi dan hanya dapat digunakan untuk satu kendaraan yang telah terdaftar.

Penggunaan QR Code untuk kendaraan lain maupun praktik tukar-menukar QR Code disebut sebagai bentuk penyalahgunaan BBM subsidi dan dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, pelayanan pembelian BBM subsidi di SPBU hanya dapat dilakukan apabila QR Code sesuai dengan nomor polisi kendaraan yang terdaftar. Pertamina juga menyebut berhak melakukan pemblokiran QR Code kendaraan apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM subsidi.

Kesimpulan

Sampai saat ini, belum ada kepastian resmi dari pemerintah mengenai isu larangan mobil di atas 1.400 cc mengisi Pertalite mulai 1 Juni 2026. Pertamina menyatakan bahwa mereka akan mengikuti arahan pemerintah dan menunggu keputusan resmi terkait kebijakan tersebut. Masyarakat diminta untuk tetap menunggu informasi yang lebih jelas dari pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Baca Juga

Back to top button

Adblock Terdeteksi

LidahTekno.com didukung oleh iklan Google Adsense untuk menyediakan konten bagi Anda.Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan AdBlocker atau menambahkan kami ke dalam whitelist Anda agar kami dapat terus memberikan informasi dan tips teknologi terbaik.Terima kasih atas dukungan Anda!