Peretas sebar malware ke pengembang lewat kode Claude palsu

Fenomena Kebocoran Kode Sumber AI Terbaru yang Menjadi Ancaman Serius
Pengembang dan praktisi teknologi kini menghadapi ancaman baru akibat kebocoran kode sumber alat kecerdasan buatan (AI) terbaru milik perusahaan Anthropic, yaitu Claude Code. Kebocoran ini tidak hanya menjadi masalah internal perusahaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko besar bagi pengguna dan sistem keamanan secara keseluruhan.
Kebocoran terjadi pada 31 Maret lalu, ketika Anthropic secara tidak sengaja membagikan seluruh kode sumber sisi klien dari Claude Code melalui source map JavaScript sebesar 59,8 MB dalam paket npm yang dipublikasikan. Data ini mencakup 513.000 baris kode TypeScript yang tidak dikaburkan dalam 1.906 berkas. Informasi yang terungkap termasuk logika orkestrasi, sistem perizinan, fitur tersembunyi, hingga detail keamanan internal dari Claude Code—sebuah agen AI berbasis terminal yang dirancang untuk mengeksekusi tugas pengodean secara otonom.
Kode yang terekspos tersebut cepat diunduh oleh ribuan pengguna dan disebarkan ulang di GitHub melalui ribuan fork. Celah inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk menjebak pengguna yang penasaran. Menurut laporan Zscaler, para peretas membuat repositori GitHub palsu untuk mendistribusikan infostealer Vidar.
Salah satu akun yang teridentifikasi, “idbzoomh”, mengunggah bocoran palsu dengan iming-iming “fitur korporat yang tidak terkunci” (unlocked enterprise features) dan tanpa batasan penggunaan. Untuk menjaring korban, repositori ini telah dioptimalkan secara SEO sehingga muncul di peringkat atas mesin pencari Google dengan kata kunci seperti “leaked Claude Code”.
Pengguna yang terjebak akan mengunduh arsip 7-Zip yang berisi berkas eksekutabel berbasis Rust bernama ClaudeCode_x64.exe. Begitu dijalankan, dropper tersebut akan memasang Vidar Infostealer atau malware komoditas yang berfungsi mencuri informasi sensitif dari perangkat korban dan GhostSocks atau alat proksi lalu lintas jaringan untuk menyamarkan aktivitas ilegal peretas.
Vidar merupakan malware yang sangat bahaya. Vidar mengambil semua username dan password yang tersimpan di Google Chrome, Edge, atau Firefox. Vidar juga mencuri data kartu kredit yang tersimpan untuk auto-fill. Selain itu, Vidar dapat mencuri cookies aktif. Artinya, peretas bisa login ke akun Gmail, Slack, atau perbankan Anda tanpa perlu memasukkan kata sandi atau melewati verifikasi dua langkah (2FA), karena sistem menganggap peretas adalah Anda yang sedang login.
Peneliti Zscaler menemukan bahwa arsip berbahaya tersebut diperbarui secara berkala, yang berarti ada kemungkinan muatan (payload) berbahaya lainnya akan ditambahkan di masa mendatang. Selain itu, ditemukan repositori kedua dengan kode identik yang diduga kuat dioperasikan oleh aktor yang sama sebagai eksperimen strategi distribusi.
Para ahli keamanan memperingatkan para pengembang untuk tidak mengunduh salinan kode sumber Claude Code dari sumber tidak resmi di GitHub. Selain risiko hukum terkait hak cipta, ancaman keamanan siber yang mengintai dapat berakibat fatal pada integritas data pribadi maupun infrastruktur perusahaan.
Anthropic sendiri hingga saat ini terus berupaya melakukan mitigasi atas dampak kebocoran aset intelektual mereka tersebut. Namun, kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan teknologi tentang pentingnya keamanan sumber daya digital dan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi kode sumber.























