China mulai perdagangkan cip otak, pasar capai Rp292 triliun

Perkembangan Pesat Teknologi Antarmuka Otak-Komputer di Tiongkok
Tiongkok sedang mempercepat komersialisasi teknologi antarmuka otak-komputer (BCI) secara masif di seluruh negeri. Proyeksi pasar dari inovasi ini diperkirakan mencapai sekitar Rp292 triliun pada tahun 2040. Kebijakan pemerintah dan investasi besar-besaran menjadi faktor utama dalam percepatan industri ini.
Industri BCI di Tiongkok saat ini sedang bertransisi dari tahap uji coba ke ranah komersial. Hal ini diklaim melampaui ekspektasi global, terutama melalui integrasi mendalam antara ilmu saraf dan kecerdasan buatan (AI). Pendiri startup Brain-Computer Interface (BCI) NeuroXess dan Gestala Phoenix Peng menilai bahwa kedua sektor tersebut merupakan elemen penting dalam kemajuan teknologi masa depan.
“Integrasi saraf dan AI bertujuan mewujudkan koneksi bandwidth tinggi langsung antara otak manusia dan mesin melalui jembatan kecerdasan berbasis karbon dan silikon,” ujar Phoenix Peng dalam Shenzhen BCI & Human-Computer Interaction Expo.
Menurut data yang dikumpulkan dari laporan media, pasar BCI Tiongkok diproyeksikan tumbuh menjadi lebih dari 3,8 miliar yuan atau sekitar Rp9,25 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan dengan posisi Rp7,79 triliun pada tahun sebelumnya. Proyeksi jangka panjang bahkan memperkirakan nilai pasar akan melampaui Rp292 triliun pada 2040.
Pertumbuhan industri BCI di Tiongkok didorong oleh empat pilar utama:
- Dukungan kebijakan nasional: Pemerintah pusat memberikan dukungan kuat melalui peta jalan nasional yang menargetkan pencapaian teknis utama pada 2027.
- Pembangunan rantai pasokan penuh: Pemerintah Tiongkok menargetkan pembangunan rantai pasokan penuh pada 2030 untuk mendukung perusahaan spesialis berskala kecil.
- Dana sains otak: Sejumlah dana sebesar 11,6 miliar yuan atau sekitar Rp28,23 triliun telah dialokasikan untuk mendukung perusahaan BCI. Dukungan finansial ini mencakup seluruh siklus bisnis, mulai dari riset hingga komersialisasi produk.
- Sumber daya dan biaya penelitian yang rendah: Tiongkok memiliki keunggulan strategis dalam ketersediaan sumber daya yang luas dan biaya penelitian yang lebih rendah dibandingkan negara-negara Barat.
Selain itu, sistem asuransi kesehatan juga berperan penting dalam mempercepat komersialisasi produk yang telah mendapatkan persetujuan negara. Beberapa provinsi seperti Sichuan, Hubei, dan Zhejiang telah menetapkan harga layanan medis untuk teknologi BCI. Kebijakan ini mempercepat teknologi ini ke dalam sistem asuransi kesehatan guna mempermudah akses bagi pasien.
Di sektor investasi, beberapa kesepakatan besar telah terjadi. Salah satunya adalah StairMed Technology yang meraih pendanaan US$48 juta pada Februari 2025. Selain itu, perusahaan BrainCo dilaporkan telah mengajukan penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong.
Dalam lima tahun ke depan, regulator Tiongkok berencana menyelaraskan aturan BCI dengan standar internasional seperti ISO dan IEC. Fokus utama regulasi akan tertuju pada kedaulatan data dan prosedur persetujuan perangkat medis yang lebih ketat bagi teknologi invasif.























